cool hit counter

Muhammadiyah Kota Balikpapan - Persyarikatan Muhammadiyah

 Muhammadiyah Kota Balikpapan
.: Home > Sejarah

Homepage

Sejarah

 Jejak Muhammadiyah di Balikpapan

 

Balikpapan menjadi kota ketiga masuknya Muhammadiyah di Kaltim, setelah Sangasanga dan Berau. Pertama kali, organisasi ini dikenalkan Abu Samah serta rekannya sejak 1934 silam.
Di Kota Minyak, Abu Samah beserta rekannya sukses membentuk ranting Muhammadiyah dan mendirikan pendidikan dasar yang diberi nama De Moehammadiyah School Balikpapan setara sekolah dasar (SD). Lokasinya berada di Klandasan, Balikpapan (saat ini lebih dikenal Jalan ARS Muhammad, samping eks Bioskop Gelora).

Namun, tanah SD tersebut sempat dikuasai oknum organisasi masyarakat, sehingga mengharuskan sekolah dipindahkan. Kendati demikian tak membuat SD ini harus tutup, justru SD dipindah tak jauh dari Sekretariat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Balikpapan, kawasan Gunung Kawi.

Dakwah menjadi sistem alternatif untuk menyiarkan ajaran dan amalan. Kegiatan tablig Muhammadiyah pun juga terus dikembangkan. Bahkan saat didatangkan mubalig dari Banjarmasin, hal ini langsung mendapat perhatian dari para partisipan. Sejak saat itu, kegiatan terus berjalan dan jangkauan dakwah semakin luas.

Melihat perkembangan yang semakin pesat serta banyaknya anggota, maka statusnya ditingkatkan menjadi cabang dan dikukuhkan oleh ketetapan pimpinan pusat sejak 1995.

Sejauh ini, Muhammadiyah berhasil membuat amal usaha di antaranya, SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah, pondok pesantren, panti asuhan, taman kanak-kanak, dan masjid/musala.

Sesuai dengan misinya, Muhammadiyah di Balikpapan sejak berdiri telah aktif mengambil peran membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah. Hal ini tentu meliputi berbagai bidang kehidupan sosial dengan dukungan sarana kegiatan masing-masing.

Peran pembangunan SDM seperti pembinaan kehidupan beragama, meramaikan pengajian, kegiatan sosial di bidang pendidikan, dan aktif bergerak di bidang kesehatan.

Meski demikian, masih banyak tantangan ke depan yang harus dilalui. Eksistensi dan kontinuitas gerakan dengan segala bentuk kegiatan dan amal usaha diharapkan terus meningkat. Hal ini dilakukan karena tak terlepas dari sikap para pemimpin dan tokoh Muhammadiyah terdahulu, KH Ahmad Dahlan yang juga pendiri organisasi ini.


Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website